PJM Group logo
Teguh Kinarto PSMTI Jawa Timur gelar talkshow bersama Menteri Menteri BUMN Erick Tohir

Talkshow bersama Menteri Menteri BUMN

Teguh Kinarto PSMTI Jawa Timur gelar talkshow bersama Menteri Menteri BUMN Erick Tohir


Teguh Kinarto, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Timur menggelar talkshow bertema Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19, dengan menghadirkan Menteri BUMN Erick Tohir sebagai pembicara utama.


Kegiatan dihadiri ratusan pengurus & anggota PSMTI, para pengusaha, serta anggota yayasan & paguyuban lainnya. Teguh Kinarto merasa bersyukur atas kehadiran Menteri BUMN Erick Tohir, yang mau membagikan kiat-kiat pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19. “Sebagai pengusaha dan anggota masyarakat, khususnya di Jawa Timur, kami senantiasa mendukung program pemerintah, berjalan seiring dan bergotong royong membantu pemulihan ekonomi pasca pendemi Covid-19,” ujarnya.


Teguh Kinarto yang juga Ketua Paguyuban Tulang Rusuk Surabaya menambahkan, bahwa pihaknya optimis, ekonomi bisa segera kembali pulih. “Dengan banyaknya stimulan ekonomi yang diberikan pemerintah, serta kompaknya pengusaha, maka ekonomi pasca pandemi Covid-19, khususnya di Jawa Timur, bisa pulih kembali. Dan masyarakat bisa hidup sejahtera,” ungkapnya.


Sementara itu, dalam paparannya, Erick Tohir mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga bisa menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Jika Indonesia bersatu dan semangat seperti ini, In syaa Allah ekonomi Indonesia akan terus tumbuh 5%, dan tetap stabil sampai 2045 nanti,” ujarnya. Pemulihan ekonomi Indonesia saat ini merupakan tantangan yang berat. Tidak hanya karena dihantam badai pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir. Adanya kondisi geopolitik antara Rusia dan Ukraina, juga menghambat moneter, serta rantai pasok yang mengakibatkan harga pangan dan energi mahal. “Namun, kita optimis perekonomian Indonesia tetap tumbuh dengan kisaran 4-5 %. Karena kita memiliki 4 faktor utama, yakni sumber daya alam (SDA) yang di hilirisasi dan di industrialisasi, lumbung pangan dalam bentuk agrikultur dan potensi laut yang luar biasa, ekonomi digital dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.


Erick menegaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan hilirisasi dan industrialisasi terhadap sejumlah petensi sumber daya alam Indonesia, untuk meningkatkan nilai jual. “Bukan hanya hasil tambang seperti Nikel dan hasil hutan seperti kayu. Industri pangan juga terus kita genjot untuk meningkatkan pertumbuhan usaha,” ujarnya. “Tinggal bagaimana kita mempunyai komitmen mencintai produk-produk yang kita rasakan bermanfaat” pungkasnya.



Acara ditutup dengan tanya jawab dan pemberian cinderamata kepada Menteri Erick Tohir. Serta foto bersama dengan seluruh tamu yang hadir.